SELAMAT DATANG

Semoga apa yang di sajikan pada halaman ini dapat bermanfaat bagi kita semua, karena manusia yang paling baik adalah manusia yang memberi manfaat pada sesamanya

25 April 2009

SIKABAYAN dan PERPUSTAKAAN

SI KABAYAN identik dengan orang Sunda

ORANG SUNDA Identik dengan Si Kabayan. Sikabayan adalah tokoh yang di gambarkan pada sebuah cerita, dongeng dan film dengan ikat kepala khas Jawa Barat (Sunda) dengan kain sarung yang di kalungkan dari pundak ke samping pinggang dengan sebuah golok terselip di ikat pinggangnya, duduk di gubuk sawah ditemani Kebo (kerbau) sambil mengorek kuping dengan bulu ayam dan sesekali menguap. Pemalas dan Bodoh. Namun ada sisi positif yang di miliki si Kabayan dia orang yang punya prinsip, setia, selalu beruntung, punya istri yang cantik dan mertua yang tanahnya luas, mempertimbangkan terlebih dahulu setiap keputusan alias tidak gegabah. Sebagian orang mempunyai penilaian yang kurang baik atas orang Sunda tidak bedanya dengan si Kabayan yang Pemalas dan Bodoh secara individuality maupun pola hidupnya. Tindakan menyamaratakan atau ceuk istilah sunda mah Disakompetdaunken memang di ponis seperti itu. Tentunya hal tersebut tidak benar karena tidak semua orang sunda seperti itu. Harusnya kita terdorong dengan anggapan tersebut untuk memotifasi diri agar lebih baik dan dapat menunujukan kepada semua orang bahwa kita bukan si Kabayan yang pemalas dan bodoh. Kita adalah kita dan jadilah kita yang bukan orang lain. Kesempatan yang luas, ilmu dan informasi yang mudah di dapat serta kemudahan dalam berkomunikasi secara bebas dalam arti yang baik dapat kita gunakan dan manfaatkan secara baik. Perpustakaan merupakan tempat yang baik untuk menuntut ilmu cari informasi yang akurat serta membekali diri dengan keterampilan-keterampilan yang positif. Apalagi sebagian perpustakaan sekarang sudah di lengkapi dengan layanan HOT SPOT internet gratis dan pasilitas-pasilitas lainnya. Perpustakaan mudah dijumpai di manapun kita berada setiap daerah Propinsi, Kabupaten Kota, Kecamatan, Kelurahan, sekolah, bahkan sudah merambah ke desa-desa dan tempat-tempat ibadah. Si Kabayan yang hidup jaman sekarang, harus menjadi sikabayan yang lebih baik penuh persiapan dan kematangan, walaupun duduk (tinggal) di gubuk sawah tetapi tidak mengorek kuping dengan bulu ayam melainkan membaca buku yang bermanfaat. Kain sarung yang di selendangkan kita ikat dan kencangkan dipinggang penuh persiapan dan semangat. Golok yang terselip di pinggang jadikan simbol ketajaman berfikir dan pandangan. SI KABAYAN ADALAH ORANG SUNDA ORANG SUNDA BUKAN SI KABAYAN
Kembali

Anda sedang membaca artikel tentang SIKABAYAN dan PERPUSTAKAAN dan anda bisa menemukan artikel SIKABAYAN dan PERPUSTAKAAN ini dengan url https://sundapeople.blogspot.com/2009/04/urang-sunda.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel SIKABAYAN dan PERPUSTAKAAN ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link SIKABAYAN dan PERPUSTAKAAN sumbernya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kritik dan Saran