SELAMAT DATANG

Semoga apa yang di sajikan pada halaman ini dapat bermanfaat bagi kita semua, karena manusia yang paling baik adalah manusia yang memberi manfaat pada sesamanya

16 September 2009

Lanjutan

Selain perpustakaan masjid, pada zaman keemasan Islam, perpustakaan pribadi juga berkembang. Di bawah kekuasaan Almohad di Marokko pada abad ke-13 terdapat Maktaba Ibnu Tarawa yang terkenal, penulis sejarah amatir sekaligus penulis manuskrip; Maktaba al-Qaysi dan Maktaba Ibnu Assukur, pustakawan utama perpustakaan kerajaan, dibutuhkan lima onta penuh untuk mengangkut semua koleksi buku-bukunya. Khizanat Sabbur dibentuk pada abad ke-11 oleh Abu Nasir Sabbur bin Ardashir seorang menteri pemerintahan Buwwahyds di Bahgdad. Perpustakaan Khizanat Sabbur tercatat sebagai pusatnya orang-orang penting dan terpelajar yang diantara mereka diskusi seringkali diadakan. Diantara ilmuwan Islam, tidak ada yang tidak pernah membuahkan buku karyanya sendiri, Shalaby menyimpulkan bahwa jumlah perpustakaan pribadi yang ada saat itu sama dengan jumlah orang-orang yang terpelajar yang mencapai ribuan. Perpustakaan Ibnu al Mutran seorang ahli kedokteran memiliki, menurut Ibu Abi Usaybi'a, memiliki lebih dari 3,000 volume koleksi; dan memperkerjakan sekaligus tiga orang ahli salin. Juga di Baghdad pernah sebuah perpustakaan umum pada abad ke-9 membutuhkan 120 onta untuk memindahkan koleksinya dari satu tempat ke tempat yang lain. Aspek lainnya yang juga mengagumkan dari perpustakaan islam adalah organisasi dan manajemen mereka; mengagumkan, juga karena saat ini tidak begitu banyak yang menerapkan. Baik perpustakaan umum maupun pribadi mengklasifikasi koleksinya dengan memberikan tempat yang berbeda-beda bahkan kadang-kadang ruangan khusus seperti yang dilakukan di perpustakaan-perpustakaan Baghdad. Perawatan yang luar biasa, menurut Olga Pinto, dilakukan karena perpustakaan tersebut diperuntukkan untuk umum. Beberapa perpustakaan, seperti yang ada di Shiraz, Cordoba dan Kairo diberikan struktur yang terpisah-pisah dengan banyak ruangan dan fungsi yang berbeda-beda; ruang galeri dengan rak-rak yang di dalamnya buku-buku tersimpan, ruangan di mana pengunjung dan belajar dan membaca, ruang untuk menyalin manuskrip, dan ruang untuk menjilid buku-buku serta banyak fungsi ruang lainnya. Terdapat katalog yang sangat akurat dari setiap koleksinya untuk membantu pembaca/pengunjung. Katalog yang dimaksud tidak seperti yang seperti kita lihat perpustakaan saat ini, namun terkumpul dalam sebuah buku atau lebih. Untuk satu perpustakaan pribadi saja saat itu membutuhkan 10 volume buku sebagai katalognya. Sementara di Andalusia (Spanyol) katalog yang mencakup koleksi di perpustakaan Al Hakam mencapai 44 volume. Isi dari setiap bagian pada rak buku juga didaftar pada secarik kertas dan merujuk pada laci di luarnya (mungkin ini yang lebih mirip dengan katalog manual dibanyak perpustakaan saat ini); berfungsi untuk menunjukkan koleksi yang tidak lengkap atau kurang lengkap pada beberapa bagian. Pengkalatogan manuskrip saat itu adalah hal yang normal, terutama pada perpustakaan besar dimana katalog dibutuhkan untuk memudahkan temu kembali serta memberikan kontrol pada pustakawan atas kualitas dan kuantitas koleksi perpustakaan. Mengutip buku al-Jawza oleh Ibnu al-Qadi, Al-Fasi menulis bahwa ketika Perpustakaan Kota Fez, Abu Inan, di dalam Masjid Qarawiyyin didirikan pada 750 hijriah / 1349 Masehi pendirinya, yakni Sultan al- Mutawakkil, menunjuk seorang pustakawan yang tugas pertamanya mencatat setiap koleksi yang ada di dalam perpustakaan. Selama penelitiannya di Masjid Qayrawan di Tunisia, Shabuh menggali sebuah katalog yang disusun pada 693 Hijriah / 1923 Masehi berisi dengan cukup detil mengenai apa-apa saja isi perpustakaan masjid. Sampai dengan 1370 Hijriah/ 1950 Masehi buku-buku koleksi perpustakaan Al-Azhar telah mencapai 120,000 volume dan dicatat di dalam enam puluh volume katalog dengan 3,500 halaman total. Sebuah manuskrip pada periode keemasan Islam besarnya tidak begitu berbeda dengan buku-buku saat ini, terbuat dari kertas berkualitas dengan tulisan di kedua sisinya dan sampul kulit.

Anda sedang membaca artikel tentang Lanjutan dan anda bisa menemukan artikel Lanjutan ini dengan url https://sundapeople.blogspot.com/2009/09/perpustakaan-islam.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Lanjutan ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link Lanjutan sumbernya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kritik dan Saran